Show Them What They Need to Do

Sebagai orangtua, bagaimana rasanya dikibulin sama anak sendiri? Saya yakin tidak ada satupun orangtua yang mau dikibulin sama anaknya sendiri.  Lalu bagaimana jika anaknya masih ngibul padahal udah pernah ketahuan?  Saya yakin marah, kesel, dan dongkolnya langsung meroket derajatnya.  Bisa jadi reaksi kita sebagai orangtua adalah manggil anaknya dan ngomong panjang kali lebar kali tinggi….

Bagai Tempat Pengolahan Limbah

Jadi ibu itu sebenernya mirip seperti jadi aktor yang bisa memerankan berbagai profesi mulai dari guru sampai peran sebagai tempat sampah dan tempat pengolahan limbah.  Ketika anak ujian, kita berubah jadi guru.  Saat anak cerita gossip-gossip trend masakini, kita berubah jadi teman sebayanya.  Waktu mereka sakit, kita berubah jadi dokter atau suster.  Dikala mereka butuh…

Saat Coaching Harus di Kacangin

“Ma, Aya nominated untuk ikut speech competition,” lapor Aya pada saya hari Jumat seminggu yang lalu.  Badan dan jantung yang penat usai mengalami adu ketangkasan supir Gojek nyetir di kemacetan dari kantor menuju Gym tempat Aya dan Yai gymnastic seger seketika. Aya itu paling nggak suka ikut kompetisi apa pun. Jadi meskipun udah di nominasiin,…

Life is Like Dining in a Sushi Bar

Hujan deras mengguyur kota Jakarta siang itu.  Hari Minggu memang hari khusus anak-anak dan siang itu kami makan di sebuah Sushi Bar dekat rumah.  Piring-piring berisi berbagai jenis sushi, sashimi dan makanan Jepang berukuran bite size lalu lalang di depan kami bagai pragawati.  Sebagai penggemar salmon sushi dan sashimi saya dan Aya menunggu si salmon lewat dan tanpa…

Kesaktian Sebuah Perjanjian Tertulis

Sejak saya kecil, saya selalu memelihara binatang.  Kucing, anjing, kelinci, marmut sampe burung hantu juga pernah saya pelihara.  Sekarang setelah punya anak, keluarga kecil saya pun memiliki 2 ekor kucing Persia yang saat ini masih menemani suami di Yangon, bernama Slavko dan Ma Wei. Slavko saya beli di sebuah pameran Flora & Fauna tahun 2012…

Fuss Free Weekend

Tanggal 19 & 20 November yang lalu, saya ngeboyong Aya dan Yai ke Harris Hotel & Convention Kelapa Gading.  Bersama teman-teman dari Enlightening Parenting saya akan menjadi fasilitator Enlightening Parenting Training.  Waktu dikasih tau kalau mereka akan menghabiskan waktu di hotel, mereka senang bukan main.  Mungkin bosen juga kali ya beredar di daerah Cipete dan sekitarnya…

No More My Way or The Highway

Sore hari Kamis kemarin saat saya sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah, saya menerima telpon dari Aya.  Biasanya dia akan nelpon kalo butuh sesuatu untuk di beli on the way saya pulang.   “Ma, weekend ini kita mau ngapain?” tanya Aya. Belakangan anak-anak memang sering banget nanya program weekend kita satu atau dua hari menjelang hari Sabtu,…

Godzilla Aja Bisa Berubah

Saya termenung menatap malam di ketinggian entah berapa ribu kaki dari permukaan laut.  Dada terasa sesak, bukan karena saya takut ketinggian tapi karena rasa hampa akibat kerinduan yang mendalam berkecamuk dalam dada.  Saya merindukan mereka, Aya dan Yai yang melepas kepergian saya untuk bertugas ke Dubai selama 5 hari dengan pelukan erat. “Break a leg,…

Ada Udang di Balik Batu

“Ma… Yai nggak mau sekolah karena sekolahnya lama,” ucap Yai. Kalimat seperti ini beberapa kali dia ungkapkan.  Memang sih, sejak pulang ke Indonesia terdapat perubahan drastis di jam sekolah anak-anak.  Waktu di Yangon, jam 12 siang Yai sudah pulang, sekarang baru jam 3 sore dia keluar, plus perjalanan dari sekolah ke rumah yang memakan waktu…

Biarlah nunggu ubanan

Dua minggu yang lalu saat kita lagi santai-santai, Aya tiba-tiba bertanya, “Ma, menurut mama kalo Aya rambutnya diwarnain, bagus apa nggak?  Boleh nggak Aya warnain rambut, ma?” Saya nggak kaget dengan pertanyaan tersebut karena sebelum ini Aya cerita tentang berbagai jenis dan teknik mewarnai rambut yang dia research di internet.  Dia juga cerita kalau beberapa…

Dibalik sebuah “I don’t know”

Hidup nomaden hampir seumur hidup itu ada suka dan dukanya.  Bagi saya sukanya antara lain dari sisi jumlah teman yang bertebaran dimana-mana, pemahaman budaya setiap negara yang ditinggali, ngerasain jadi expat, ngerasain arti merantau (buat orang Minang ini sesuatu banget) dan tentunya kemampuan beradaptasi.  Dukanya palingan capek packing dan unpacking barang setiap kurang lebih 3…

Pivotal Journey Part II: Parno Itu Tak Ada Gunanya

Saya suka travelling.  Banyak ilmu yang saya dapatkan dari travelling.  Dengan travelling, saya belajar untuk bersyukur dan menyikapi karunia dari Allah dengan lebih bijak.  Namun, satu hal yang selalu menjadi momok saat saya travelling adalah masalah kamar mandi atau toilet terutama toilet umum.  Dan saya jujur mengatakan bahwa ketika naik haji, masalah pertoiletan ini pulalah…