“Legowo”

Episode Mata Najwa malam ini menampilkan sosok presiden RI ke-3 yaitu Bapak B.J. Habibie.  Malam ini Pak Habibie dikelilingi oleh tokoh-tokoh nasional pada masanya, seperti Bapak Akbar Tanjung.  Ada juga Bapak Anies Baswedan, bahkan Datuk Anwar Ibrahim yang khusus datang dari Malaysia untuk ikut meramaikan program malam ini.  Menarik sekali komentar-komentar yang diberikan oleh para tokoh-tokoh tersebut terutama tentang kebijakan yang Pak Habibie ambil.  Saat itu kala saya masih menjadi mahasiswa disebuah perguruan tinggi, saya nggak mengambil pusing soal kebijakan.  Yang penting adalah belajar, berkegiatan sosial dan selesai kuliah tepat waktu.  Rupanya ada satu kebijakan menarik dimana beliau memutuskan bahwa pemimpin partai politik tidak boleh seorang pegawai negri, dan para mentri yang menjabat sebagai pemimpin partai harus memilih antara meletakkan jabatannya atau memimpin partai politik.  Yah…keputusan yang sulit tentunya bagi para pejabat saat itu, tapi saya ingat memang beberapa menteri meletakkan jabatan mereka untuk memimpin partai politik.  Maka ketika Pak Akbar Tanjung dimintai komentarnya, beliau menjawab “tergantung presidennya”.  Memang betul, tergantung presidennya karena saat itu Pak Habibie was leading by example dengan meletakkan jabatannya di Golkar.

Komentar dari Datuk Anwar Ibrahim tentang sosok Pak Habibie juga patut diperhatikan.  Beliau mengatakan Pak Habibie memimpin dengan hati nurani, bahwa rakyat menjadi prioritas utama beliau.  Sebagai pemimpin tertinggi negara saat itu, Pak Habibie berkesempatan untuk menghidupkan lagi industry pesawat yang beliau bangun, yang saat itu sudah digemboskan.  Tapi kata Pak Habibie, lebih baik dana yang bisa dipakai untuk industry tersebut dipakai untuk menghidupi rakyat.

Itulah sebabnya, Pak Anies Baswedan pun memberikan komentar yang juga patut diperhatikan terutama oleh para pemimpin.  Yang membuat Pak Habibie berbeda dengan para pemimpin masa transisi lainnya adalah kebijakan beliau yang tidak menguntungkan diri sendiri, dan ketika Pak Habibie meletakkan jabatan beliau sebagai presiden, beliau tidak ‘ngerecokin’ penggantinya – beliau legowo menyerahkan jabatan dan hidup sebagai senior citizen terhormat di negri ini, begitulah komentar Pak Anies.

Komentar-komentar para tokoh tersebut kemudian membuat saya berfikir.  Masihkah kita mempunyai pemimpin yang jadi panutan seperti Pak Habibie saat ini?  Yang saya lihat adalah, para pejabat kita baik di dalam negri maupun di luar negri justru seperti berlomba-lomba memperkaya diri, dengan membuat kebijakan yang meguntungkan partai, golongan atau diri sendiri.  Ketika masa jabatan sudah usai dan diletakkan, masih saja susah untuk let go.  Ketika authority sudah tidak dimiliki, masih saja mengatur jalannya administrasi dan manajemen yang di tinggalkan.  Sepertinya mereka tidak siap untuk menikmati masa pensiun, padahal masa pensiun itu diciptakan untuk kebaikan mereka sendiri.  Bayangin aja, sekian puluh tahun bekerja, banting tulang ataupun banting tulang orang lain, mencari nafkah yang halal atau yang seolah-olah halal, masak nggak mau menikmati masa-masa indah menikmati kehidupan yang tenang, tanpa harus pusing-pusing mikirin kekisruhan urusan kantor, kebodohan orang sekitar, dll.

Saya jadi ingat disaat masih jadi pegawai sebuah perusahaan.  Setiap tahun kita menawarkan pelatihan tentang menghadapi pensiun bagi orang-orang yang akan segera pensiun.  Esensi dari pelatihan tersebut adalah mempersiapkan mental selain finansial ketika masa pensiun atau masa nggak punya jabatan udah di depan mata.  Nah… saya rasa para pejabat kita perlu deh ikut pelatihan seperti itu, supaya belajar untuk meletakkan jabatan dengan lapang dada dan berenti ngerecokin penerusnya.  Bagi mereka yang masih menjabat, cobalah memimpin dengan hati nurani dengan tidak membuat kebijakan yang menguntungkan diri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s