Fuss Free Weekend

briefing
Ref. schooladvisor.my

Tanggal 19 & 20 November yang lalu, saya ngeboyong Aya dan Yai ke Harris Hotel & Convention Kelapa Gading.  Bersama teman-teman dari Enlightening Parenting saya akan menjadi fasilitator Enlightening Parenting Training.  Waktu dikasih tau kalau mereka akan menghabiskan waktu di hotel, mereka senang bukan main.  Mungkin bosen juga kali ya beredar di daerah Cipete dan sekitarnya melulu.

Bawa anak-anak ke hotel tapi ujung-ujungnya ditinggal training pasti ada resiko yang harus dihadapi juga.  Meskipun si mbak akan ikut serta menginap bersama kami, tapi Soe Soe ini adalah mbaknya anak-anak yang berasal dari Myanmar.  Jadi masih agak susah juga ngelepas dia untuk ngangon anak-anak keluar dari area hotel karena keterbatasan komunikasi.  Artinya kalau mereka mau main ya main di hotel saja dan ini berarti ruang gerak mereka pun terbatas.

Namun euphoria mau nginep di hotel itu ternyata luar biasa buat Aya dan Yai karena biasanya kami hanya akan nginep di hotel kalo liburan keluar kota.  Saya pun mempergunakan moment ini untuk briefing mereka terutama Yai yang masih mudah bosan jika ruang geraknya terbatas.  Jadi sebelum berangkat ke hotel saya melakukan briefing khusus dengan Yai.

“Dek, sebentar lagi kita mau berangkat ke hotel.  Besok dan hari Minggunya mama ada training.  Artinya mama nggak bisa nemenin Yai main di hotel atau pun keluar hotel karena mama akan berada di ruang training sama Tante Oki dan temen-temen mama yang lainnya.  Selama mama training mama nggak bisa di ganggu, dan Yai nggak boleh keluar dari hotel.  Tapi Yai bisa berenang dan nanti Yai akan ketemu sama Keysa, anaknya Tante Kencana.  Keysa seumur sama Yai.  Nanti kamu main sama Keysa ya.  Kalo Yai laper, pesen makanan dari kamar hotel aja.  Yai udah ngerti?” briefing saya ke Yai.

Yai mengangguk.  Tapi saya harus cek apakah dia benar-benar paham mengingat briefingnya lumayan panjang.

“Okay dek, jadi nanti di hotel mama mau ngapain hari Sabtu dan Minggu?” tanyaku.

“Mama mau ada training,” jawab Yai.

“Yai boleh ganggu mama nggak?”

“Nggak boleh,” kata Yai.

“Selama mama training, apa yang bisa Yai lakukan?”

“Yai bisa berenang dan main sama Keysa anaknya temen mama.  Nanti Yai sharing sama Keysa kalo main,” ucap Yai menjelaskan kegiatan yang bisa dia lakukan.

“Apa yang nggak boleh Yai lakukan?”

“Yai nggak boleh keluar dari hotel, jadi kalo Yai laper boleh pesen makanan dari kamar hotel,” jawabnya.

Ternyata kalau ditanya-tanya, dia udah paham.  Lalu saya minta dia untuk mengulang materi briefing saya tadi, untuk kembali memastikan tingkat pemahamannya.

“Great, Yai udah ngerti yang mama jelasin tadi.  Coba sekarang gentian, Yai yang ngejelasin ke mama.  Pura-puranya mama jadi Yai,” ujarku.

Yai tampak ragu dan malu-malu.  Tapi saya terus membujuk dia untuk ngasih briefing ke saya seolah-olah saya adalah dirinya.  Akhirnya dia pun setuju.

“Nanti di hotel, mama mau ada training sama Tante Oki dan temen-temen mama.  Kalo mama training, Yai nggak boleh kemana-mana tapi Yai boleh berenang.  Trus nanti ada anaknya temen mama, namanya Keysa.  Yai bisa main sama dia.  Kalo laper nanti Yai pesen di kamar hotel aja.”

Alhamdulillah, Yai udah paham garis besar briefing yang saya berikan dan kami pun siap berangkat.  Perjalanan ke hotel menempuh waktu yang lumayan lama juga karena kemacetan yang luar biasa, Yai mulai bosen sementara Aya udah pulas tertidur.  Tapi begitu nyampe di hotel, Yai jadi super excited.  Setelah check in saya cari tau dimana ruangan training Enlightening Parenting dan dimana kolam renangnya.  Ternyata ruang training dan kolam renang berada di lantai yang sama dan untuk memesan makanan kita tinggal mencet angka 0 di telpon, operator akan nyambungin ke room service.

Sebelum tidur, Aya dan Yai saya briefing lagi.

“Kak, dek, besok dan hari Minggu mama trainingnya di ruang yang namanya Happy di lantai 5.  Kolam berenangnya ada di lantai 5 juga, dekatan dengan ruang training mama.  Kalau mau pesan makanan, kalian dial 0 aja.  Operatornya akan nyambungin ke room service.  Make sure kartu kamar dibawa setiap kalian mau keluar kamar ya, and send me a text when you’re leaving the room.  Selama mama training, kalian akan akur ya.”

Done.

Besoknya, Aya lebih memilih untuk berdiam diri di kamar hotel mengerjakan tugas-tugas sekolahnya sementara Yai tetap ke kolam berenang dan dia pun ketemu dengan Keysa untuk pertamakalinya.

Memang anak-anak itu terlahir dengan potensi baik.  Salah satunya adalah potensi/fitrah berinteraksi.  Baru kenal sama Keysa, mereka udah macam teman lama.  Yai pun ngikut ketika Om Yudha papanya Keysa mengajak mereka pergi main trampolin, tanpa ditemani Mbak Soe Soe.

img-20161119-wa0019

“Ma, Yai mau pergi sama Keysa, tapi nggak mau sama Mbak Soe Soe.  Boleh kan?  Yai nggak akan ngerepotin papanya Keysa kok,” katanya.

Singkat cerita, the briefing worked.  Yai main sama Keysa dan saat dia lapar, dia pesen makanan lewat room service.  Untungnya ada Om Yudha, Yai jadi bisa keluar dari hotel main trampoline dan pergi ke amusement park deket hotel bersama Keysa.  Aya yang di hari Sabtu memilih untuk berdiam diri di hotel, hari Minggunya bergabung bersama the krucils karena nggak tahan ngeliat keasyikan Yai dan Keysa.  Tiga anak itu pun get along really well, sementara para ibu asyik dengan kegiatan jadi fasilitator.

Briefing emang luar biasa manfaatnya.  Jadi bukan cuma orang dewasa aja yang bisa di briefing, anak-anak pun bisa di briefing.  Weekend kami pun jadi weekend yang fuss free alias bebas dari kerempongan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s